Thursday, February 25, 2010

Magnoliaceae==>>>Antara Gymnospermae dan Angiospermae

Oleh====>>>PUTRI AGUSTINA
Magnoliaceae merupakan nama suku untuk kelompok cempaka-cempakaan, dan masyarakat umum biasa menyebut sebagai kembang cempaka atau kembang kantil. Anggota dari suku Magnoliaceae berperan penting dalam evolusi tumbuhan tinggi, karena merupakan awal dari perubahan sistem perbungaan. Perbungaan tersusun dalam bentuk spiral yang merupakan modifikasi dari perbungaan pinaceae. Beberapa anggota dari suku ini merupakan tanaman penting dan bernilai dalam kehidupan misalnya Michelia campaka yang merupakan simbol dari flora daerah Aceh Darusalam.

Michelia campaka
Magnoliaceae adalah suku atau familia dalam Spermatophyta yang masuk dalam ordo Magnoliales. Famili Magnoliaceae terdiri dari dua subfamili yaitu :
  • Magnolioideae dengan genus yang paling terkenal adalah Magnolia.
  • Liriodendroidae , yang merupakan sub-famili monogenerik yang terdiri dari hanya 1 genus yaitu Liriodendron (Tulip)

Tidak seperti kebanyakan angiospermae yang bunganya memiliki susunan dalam lingkaran, Magnoliaceae memiliki benang sari dan putik di spiral pada wadah berbentuk kerucut. Keadaan ini ditemukan di beberapa fosil tanaman dan diyakini menjadi dasar atau kondisi awal untuk angiosperma. Bunga-bunga juga memiliki bagian-bagian tidak jelas dibedakan menjadi daun dan kelopak bunga, sementara angiosperma yang berkembang kemudian cenderung memiliki daun dan jelas dibedakan kelopak bunga. Bagian perhiasan bunga atau perianth yang menempati posisi kedua dikenal sebagai tepals.

Habitus Magnoliaceae
Famili Magnoliaceae memiliki sekitar 225 spesies dalam 7 genera, meskipun beberapa sistem klasifikasi mencakup semua subfamili Magnoioideae dalam genus Magnolia. Persebaran famili berkisar di timur Amerika Utara, Meksiko dan Amerika Tengah, di Hindia Barat, tropis Amerika Selatan, selatan dan timur India, Sri Lanka, Indocina, Malesia, Cina, Jepang, dan Korea.


Magnolia alba
Salah satu spesies terkenal Magnoliaceae

DESKRIPSI UMUM FAMILI
Morfologi Magnoliaceae didukung oleh sejumlah karakter morfologi bersama di antara berbagai genera yang masuk dalam famili ini. Sebagian besar bunga yang biseksual (dengan pengecualian Kmeria dan beberapa spesies bagian Magnolia Gynopodium), radial, dan dengan wadah memanjang. Daun alternatif, sederhana, dan kadang-kadang membulat.Perbungaan soliter, dibedakan mencolok dengan kelopak bunga dan daun. Sepal berkisar antara enam sampai banyak; benang sari banyak dan fitur singkat filamen yang kurang dibedakan dari kepala putik. Carpels biasanya banyak, berbeda, dan pada memanjangkan wadah. Buah adalah agregat dari folikel yang biasanya menjadi erat dewasa dan terbuka sepanjang permukaan abaxial. Biji memiliki mantel berdaging dan warna yang berkisar dari merah ke oranye (kecuali Liriodendron). Magnoliaceae mengalami penyerbukan yang dibantu oleh serangga berupa kumbang , kecuali untuk Liriodendron, yang penyerbukannya dibantu oleh lebah. Karpel dari bunga Magnolia khususnya tebal untuk menghindari kerusakan oleh kumbang. Pemencaran Magnolioideae dibantu oleh burung tersebar sedangkan benih adalah Liriodendron dibantu oleh angin.

Diagram bunga Magnoliaceae yang menunjukkan susunan spiral

BIOGEOGRAFI FAMILI

Karena usia, distribusi geografis Magnoliaceae telah menjadi terpisah-pisah atau terpecah-pecah sebagai akibat dari peristiwa besar geologis seperti zaman es, pergeseran benua, dan pembentukan gunung. Pola distribusi ini terisolasi beberapa spesies sekaligus menjaga dalam hubungan dekat. Spesies yang masih ada Magnoliaceae didistribusikan secara luas dalam beriklim sedang dan tropis Asia dari Himalaya ke Jepang dan barat daya melalui Malaysia dan New Guinea. Asia adalah rumah bagi sekitar dua pertiga dari spesies dalam Magnoliaceae, dengan sisanya tersebar di seluruh Amerika dengan spesies beriklim memanjang ke selatan Kanada dan unsur-unsur tropis meluas ke Brazil dan Hindia Barat.


Magnolia liliflora

Wednesday, February 24, 2010

Poaceae vs Cyperaceae

Oleh : PUTRI AGUSTINA
Poaceae dan Cyperaceae merupakan 2 famili atau suku anggota Kelas Monocotyledonae. Kedua kelas ini memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana karakteristik kedua famili ini, telusuri lebih jauh artikel ini.
POACEAE (GRAMINEAE)
Suku padi-padian, Poaceae, atau Graminae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut sistem klasifikasi APG II suku ini termasuk ke dalam bangsa Poales, klad commelinids (eumonocots).
Anggota suku ini adalah yang paling tinggi populasinya di dunia karena banyak tanaman budidaya yang menjadi anggotanya dan ditanam luas sebagai bahan pangan utama. Di dalamnya termasuk tumbuhan seperti padi, gandum, jagung, jelai, jewawut, serta sorgum (cantel). Selain itu, bambu dan tebu juga termasuk di dalamnya. Bahan pakan ternak juga banyak memanfaatkan anggota suku ini, seperti rumput gajah dan rumput raja. Anggota suku ini beberapa di antaranya merupakan tumbuhan pengganggu (gulma) yang penting, seperti alang-alang dan rumput bandotan. Ada anggotanya yang merupakan sumber wangi-wangian, yaitu rumput akar wangi dan serai (termasuk sitronela).

Poaceae mempunyai nama lain Gramineae yang merupakan nama untuk kelompok rumput-rumputan. Kelompok ini kadang disebut sebagai Glumiflorae karena bunganya terdiri dari gluma, lemma, dan palea. Gramineae merupakan kelompok yang banyak digunakan dalam kehidupan setelah leguminosae. Beberapa jenis yang menjadi bahan pokok dalam kehidupan adalah Oryza sativa, Zea mays, Triticum sativum, dan Saccharum officinarum.

CYPERACEAE

Suku teki-tekian atau Cyperaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut sistem klasifikasi APG II suku ini termasuk ke dalam bangsa Poales, klad commelinids (eumonocots). Ke dalamnya termasuk teki, papirus, finger millet, dan beberapa tumbuhan dengan nilai ekonomi kurang penting.

Suku ini adalah kerabat terdekat suku padi-padian (Poaceae) dan memiliki banyak kemiripan. Orang yang kurang terbiasa sering mengacaukan teki dari rumput biasa karena penampilannya yang mirip, seperti daun berbentuk lanset, kebanyakan berwujud terna kecil yang mudah menjadi tumbuhan pengganggu (gulma), serta susunan bunga yang mirip.

Beberapa jenis yang memiliki nilai ekonomi (tidak selalu positif, karena dapat merugikan pula) di antaranya adalah

Skema bunga Cyperaceae

Perbedaan Poaceae, Cyperaceae, dan Juncaceae



Pendekatan, Strategi, Model, Metode, Teknik, dan Taktik Pembelajaran

Oleh : Putri Agustina
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Sumber:

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

Rumput Laut (Seaweed)==>Jenis dan Pemanfaatannya

Indonesia dikenal negara yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Sebagai negara dengan luas wilayah laut lebih dari 70 %, salah satu kekayaan alam yang bisa kita manfaatkan adalah sumber hayati. Selain ikan, alternatif hasil laut yang bisa diolah adalah rumput laut (seaweed).
Manfaat rumput laut berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis telah dimanfaatkan sebagai makanan. Diwilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pulau Seram, Bali, Lombok, Kepulauan Riau dan Pulau Seribu diketahui 18 jenis dimanfaatkan sebagai makanan dan 56 jenis sebagai makanan dan obat tradisional oleh masyarakat pesisir.

Tentang Rumput Laut
Sebagai bahan pangan, rumput laut telah dimanfaatkan bangsa Jepang dan Cina semenjak ribuan tahun yang lalu. Sebenarnya apa rumput laut itu?. Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga, masyarakat Eropa mengenalnya dengan sebutan seaweed. Tanaman ini adalah gangang multiseluler golongan divisi thallophyta. Berbeda dengan tanaman sempurna pada umumnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun. Jika kita amati jenis rumput laut sangat beragam, mulai dari yang berbentuk bulat, pipih, tabung atau seperti ranting dahan bercabang-cabang. Rumput laut biasanya hidup di dasar samudera yang dapat tertembus cahaya matahari. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis rumput laut. Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru (cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau ganggang coklat (phaeophyceae). Hal tersebut tidaklah mengherankan, karena ternyata rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat.
Hasil Olahan Rumput Laut
  • Nori,nama lainnya zicai (Cina), kim (Korea) atau laver (Inggris). Terbuat dari ganggang merah jenis Porphyra yang dihaluskan dan dikeringkan menjadi lembaran menyerupai kertas yang berwarna hijau gelap. Nori biasanya digunakan pada masakan Jepang, mulai dari pembungkus sushi, taburan sup, atau campuran salad. Nori juga bisa diremas menjadi serpihan, lalu ditaburkan di atas nasi hangat. Kaya akan vitamin A, protein, mineral besi dan kalsium. Pilih nori yang lentur, kering, dan warnanya hijau gelap mengkilat.
  • Wakame, rumput laut yang juga dikenal dengan nama quandai-cai di dapur Cina ini, berasal dari ganggang cokelat jenis Undaria. Bentuknya berupa helaian kering yang tipis dan 'keriting' dengan warna gelap. Memiliki aroma yang agak amis dibanding nori dan kombu. Biasanya dipakai untuk isi sup miso (sejenis tauco jepang), campuran salad dan mie. Rebus wakame untuk mengembalikan ke bentuk aslinya yang berwarna hijau. Kaya akan protein, mineral besi, kalsium, natrium, dan vitamin.

  • Kombu, dalam bahasa Cina dikenal dengan nama kunbu atau haidai. Berasal dari ganggang cokelat jenis Laminaria yang dikeringkan membentuk pelepah kering. Di Jepang, kombu digunakan sebagai bahan dasar kaldu untuk memasak ikan, hidangan daging, aneka sup, juga sebagai sayuran yang disantap bersama nasi. Agar tekstur kombu lebih lunak, rendam kombu dalam air selama 2-3 menit, kemudian potong-potong.

Kandungan Gizi Rumput Laut
Banyak penelitian yang membuktikan bahwa rumput laut adalah bahan pangan berkhasiat, berikut beberapa diantaranya:
1. Antikanker Penelitian Harvard School of Public Health di Amerika mengungkap, wanita premenopause di Jepang berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka.
2. Antioksidan Klorofil pada gangang laut hijau dapat berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh.
3. Mencegah Kardiovaskular Para Ilmuwan Jepang mengungkap, ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengkonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh.
4. Makanan Diet Kandungan serat (dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan.
5. Secara tradisional, rumput laut dipercaya dapat mengobati batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, influenza, dan artritis.

JERUK PEPAYA (Citrus medica var. propher)===>> Si unik yang menarik

Pernahkan anda mendengar kata-kata "jerpaya" atau jeruk pepaya??? Apa yang terlintas di pikiran anda saat mendengar kata jerpaya??? Apakah buah jeruk yang disilangkan dengan pepaya???
Ternyata kita salah.....!!!
Di antara jeruk yang dibudidayakan di Indonesia ada yang menyimpang menjadi strain jeruk yang buahnya mirip buah pepaya lonjong, tetapi ukurannya tidak sebesar pepaya semangka. Paling-paling hanya 20 – 25 cm, bergaris tengah 10 cm. Ia perlu diperbincangkan, karena akhir-akhir ini ada yang salah kira bahwa ia hasil perkawinan silang antara jeruk dan pepaya. Bibitnya disiarkan sebagai tanaman eksklusif dan dijual mahal.
Walaupun bentuknya seperti pepaya, namun ia bukan Carica papaya, tetapi suatu varietas dari jeruk Citrus medica varietas proper yang di kalangan perjerukan dikenal sebagai sukade citroen (jeruk sukade).Kulitnya begitu tebal sampai isinya jadi tidak berarti. Sari buahnya sedikit, dan rasanya asam. Karena itu, ia hanya bermanfaat sebagai penghasil kulit yang dapat dinikmati sebagai manisan kering. Iris-irisannya juga banyak dipakai sebagai pengisi selai jeruk sukade basah, untuk dijepit di antara dua belahan roti panggang. Citrus medica var. proper sudah sejak dulu muncul secara berkala di Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai jeruk kates, jeruk pepaya, dan jeruk sukade.
ohon jeruk pepaya ini diperkirakan hanya tumbuh di kawasan hutan pegunungan meratus. Bentuk buahnya terbilang unik, fisiknya seperti buah pepaya tetapi isi dalamnya adalah jeruk asam dan kulit dalamnya pun enak dimakan untuk dijadikan rujak. Selain keunikan buah jeruk papaya ini, daun dari pohonnya juga memiliki khasiat untuk pengobatan tradisional berbagai macam jenis penyakit. Diantaranya, batuk berdahak, asma, asam urat dan sebagai ion penambah stamina tubuh. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna maka obat tradisional ini harus diminum rutin Cara penyajiannya pun lebih mudah. cukup menyediakan air hangat dalam satu gelas, kemudian beberapa lembar daun pohon jeruk pepaya tersebut direndam beberapa menit, lalu diaduk perlahan. Bila ingin terasa manis maka tambahkan sedikit gula. Kombinasi rasanya tercampur jadi satu, ada rasa jeruk, mint, jahe dan asam sitrat. Tumbuhan khas warga dayak ini ternyata menarik minat pihak peniliti dari Litbang Kehutanan Jakarta yang sengaja datang ke Desa Hinas Kiri untuk meneliti tanaman langka tersebut. Menurut perwakilan peneliti Litbang Kehutanan Jakarta Dr Erdy Santoso mengatakan, pihaknya sangat tertarik untuk meneliti pohon langka ini, karena tanaman ini hanya ditemukan di pegunungan meratus. ‘’nantinya tanaman ini akan diuji klinis dan diteliti bahan aktif apa yang terkandung di dalamnya di Laboratorium kami di Bogor’’ ungkapnya. Dengan adanya tindakan penelitian tersebut, saat ini tumbuhan tersebut mulai dibudi dayakan masyarakat setempat. Bahkan tanaman langka ini sudah menjadi koleksi tanaman langka di laboratorium litbang kehutan Bogor.

Alga Hijau (Chlorophyta) ===>> Alternatif protein masa depan

Ganggang hijau / Chlorohyta adalah salah satu klas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang hijau ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak berupa benang, lembaran atau membentuk koloni spesies ganggang hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.

Algae hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi algae. Algae hijau berbeda dengan devisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti tumbuhan tingkat tnggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karoten dan xantofit.

Algae berperan sebagai produsen dalam ekosistem. berbagai jenis algae yang hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif merupakan penyusun fitoplankton. sebagaian besar fitoplankton adalah anggota algae hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga algae hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.

Habitat

Ganggang hijau merupakan golongan terbessar diantara ganggang dan sebagian besar hidup di air tawar, beberapa diantaranya hidup di air laut dan air payau. Pada umumnya melekat pada batuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut. Jenis yang hidup diair tawar, bersifat kosmopolit, terutama hidup di tempat yang cahayanya cukup seperti kolam, danau, genangan air, Alga hijau ditemukan pula pada lingkungan semi akuatik yaitu pada batu-batuan, tanah lembab dan kulit batang pohon yang lembab. Beberapa anggotanya hidup di air mengapung atau melayang, sebagian hidup sebagai plankton. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan.

Beberapa contoh alga hijau yang sering ditemukan dikolam anatara lain :

a. Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak

Contoh :

1. Chlorella

Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembang biak dengan pembelahan sel.

Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”.

Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di pasuruan)

2. Chlorococcum

Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)

b. Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak

Contoh : Chlamidomonas

Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloropas. Pada kloropas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung. reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi.

c. Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak

Contoh : Hydrodictyon

Hydrodictyon banyak ditemukan didalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi.

Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.

d. Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak

Contoh : Volvox

Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 -5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.

e. Chlorophyta berbentuk benang

Contoh :

1. Spyrogyra

Gangguan ini didapatkan disekitar kita yaitu diperairan. bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. adapun langkah-langkah konjugasi antara lain

Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membenuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh pelburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang spirogyra baru yang haploid.

2. Oedogonium

Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air atawar dan melekat di dasar perairan. reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang flagela banyak.

Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.

f. Chlorophyta berbentuk lembaran

Contoh :

1. Ulva

Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. berkembang bial secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid.

2. Chara

Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Di dalam globula terdapat anterodium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.